Isnin, 20 April 2009

The best books for me







Aku boleh dikategorikan sebagai ulat buku...buku merupakan hiburan ku yang utama (aku lebih rela baca buku dari tengok bola dan aku lebih rela main bola dari tengok bola) dan diikuti oleh tengok DVD (cite perang kuno dan moden, samurai, sejarah cina, omputih dan islam, romantic komedi dan cite gangster mafia), main komputer games (strategi wargames serta war and machine simulation...tingat main games online dgn bush kat mess dulu), menulis (sajak2 tak pandai),bercamping, adventuring dan menembak (the best weapon for me is the M16A1 with the new aiming device and the sniper rifle 7.62mm yg aku x tau jenisnya). Hobi2 ku itu akan menurut senario dan turutan apabila ada masa senggang. Jadi mari kita tengok buku2 yg pada aku best...kemudian game computer yg best..dan dvd cite yg best...

Aku ada library kecik kat umah...terdapat lebih kurang 350 naskhah buku yg aku simpan, jaga dan baca bila aku nak membaca. Buku2 tersebut, ada yg tebal, ada yg tipis, ada yg mahal, ada yg murah, dan aku kategorikan buku2 tersebutkepada 4 kategori utama iaitu agama, ketenteraan dan politik, falsafah dan motivasi dan novel. Antaranya kategori agama yg aku pecahkan pada fekah(ibadat, keluarga, syariah, syariat, jihad), tauhid (usuluddin, sifat2 ALLAH) dan tasauf (buku tasauf yg paling banyak sekali tapi paling sikit dibaca...sbb aku kerap kali biol membacanya dan dinasihatkan utk membacanya bila perlu sahaja),kemudian buku2 mengenai ketenteraan (biografi panglima dan perwira2 perang islam dan bukan islam, taktik dan muslihat, sejarah perang,persenjataan dan kelengkapan perang, serta doktrin2 peperangan), politik dan sejarah (doktrin yahudi, nazi, islam, jepun, china dan india)dan yg terakhir sekali novel (aku x baca sgt novel2 ni...aku beli utk membuatkan aku jeles dan menulis utk menandinginya...hanya ada beberapa novel yang aku habis baca dan yg lainnya, isteri aku yg membacanya...

so...panjang dan bersilang2 celotehnya...ok...the best book for me setakat yg aku ingat

Agama
1. terjemahan al quran (indonesian version) - sbb dia punya terjemahan tu lebih mudah utk difahami..baru ku tau betapa sayangnya ALLAH kat kita bila baca quran nih...
2. Al-Hikam, Syeikh Athatullah, - kitab tasauf kumo yg berusia 1200 tahun...masih relevan dan jelas sampai sekarang...tapi kena hati2 membacanya...silap faham, bole biol...
3. Sirrul Asrar, Syeikh Abd Qadir Jailani - ni pun sama...tapi, bila dapat memahaminya, InsyaALLAH...dapat kefahaman beragama dan berhikmah
4. pendidikan Anak2 dalam islam, Abdullah Nasih Ulwan - baru ku tau betapa besarnya tggjwb mendidik anak2...4 x ganda lebih besar dari memberi makan kpd mereka...
5. tafsir al Azhar, Hamka - haa..ni kitab yg ada 4 jilid...tafsirnya lengkap, citenya jelas dan menarik serta bahasa nya mudah dan bersahaja...bacalah ia, walau mengambil masa 4 tahun utk habis...habis baca...InsyaALLAH...kita bukan jadi org yg waraq tapi org yg alim...tapi kalau dapat waraq dan alim, itu lebih baik...


Tentera
Biography
1. Khalid Al walid, The sword of ALLAH, Gen Abu Bakar(x ingatla...buku ni member tgh pinjam dah 2 bulan) - cite mengenai kisah hidup dan perang Khalid Al walid...
2. Good to go, Harry constance - cite komando Navy SEALS masa perang vietnam
3. Immediate Action, Andy Mc Nab - cite komando SAS sampai dia boleh buat novel lah
4. The spear and the kerambit, Exploitation of VAT69, A.Navaratnam - cite pasal komando 69 Polis, sedih, sadis dan jujur...itulah bestnya...
5. Aku mahu hidup, Xiulan - kisah perjuangan utk hidup seorg wanita dalam PKM...kisah sedih dan menakjubkan
6. Bands of Brothers, Stephen E Ambrose - kisah yg dah jadi cite dah pun...tapi masih best lagi utk dibaca...E company, 506 Parachut Regiment...dari 501 divisyen, Screaming Eagle...
7. The jungle is neutral, Spencer Chapman - kisah perang sorg pegawai simpanan yg menjadi fifth column kat Malaya...baru ku tau perjuangan PKM itu mcamana, org melayu ketika itu mcmana...dan mentaliti bangsa ku sendiri mcmana...

What are you...?



-->
Have you heard of Personality Compass? Well…it’is one of my favourite subject and book which tell me what I am, what kind of job do I enjoyed most, what is the style of my leadership skills and what kind of man am i….it’s not who am i? who am I is elaborated definely in Tasauf subject…but this thing is a sfecification of characters of a human being…so try it…
Just read the character and thick the one which suit you the most…the most character that you got in one of the sign (North, South, East or West)..than…you’ll know…which is you and how to work with you…or which one is your boss and how to work with him..
North: The “Get It Done” Person
Approach to Work
Assertive, Active, Decisive
Likes to be in control and determine the course of events
Quick to act, expresses urgency for others to act quickly also
Enjoys challenging people and situations
Thinks in terms of the “bottom line”
Likes a quick pace and the fast track
Courageous, Ambitious, and Confident
Perseveres – Not stopped by “NO”
Goal-centered, ambitious
Hardworking leader who is comfortable being in front
Value Words – “Do it now!” “I’ll do it.”
Best Ways to Work with a North
Present your case quickly, clearly, and with enthusiasm and confidence
Let them know they will be involved – their payoff and their role
Focus on the “challenge” of the task.
Provide them with plenty of autonomy
Establish timelines and stick with them
Give them positive, public recognition
Use them to complete tasks that require motivation, persuasion, and initiative
South: The Nurturer
Approach to Work
Friendly, Likeable team player
Allows others to feel important
Supportive, nurturing and caring towards colleagues
Willing to trust others’ statements at face value
Peace-loving, sympathetic, and helpful
Feelings-based, trusts own emotions and intuition as truth
Able to focus on the present moment
Process-centered
Generous, non-competitive and likes to build on the ideas of others
Value Words: “Right” and “Fair”
Best Ways to Work with a South
Remember process, attention to what is happening with the relationship between you
Justify your decisions around values and ethics
Appeal your relationship with this person and his or her other relationships
Listen hard and allow the expression of feelings and intuition in logical arguments
Be aware that this person may have a hard time saying “NO” and may be easily steamrolled
Provide plenty of positive reassurance and likeability
Let the personal know you like them and appreciate them
West : The Visionary
Approach to Work
Innovative, Creative and sees the big picture
Very idea oriented, focuses on future thought
Risk-taker, adventurous, spontaneous
Has insight into mission and purpose
Looks for overarching themes and ideas
Appreciates a lot of information
Strong spiritual awareness, free spirited, unconventional
Likes to experiment and explore
Value words: “Option” “Possibility”
Best Ways to Work with an West
Show appreciation and enthusiasm for ideas
Listen and be patient during idea generation
Avoid criticizing or judging ideas
Allow and support divergent thinking
Provide a variety of tasks
Provide help and supervision to support detail and project follow through
East: The Analyst
Approach to Work
Seen as practical, dependable, and thorough
Provide planning and resources to others
Moves carefully, deliberately, and follows procedures and guidelines
Use data to make logical and analytical decisions
Weighs all sides of an issue, balanced
Introspective, self-analytical, focused, reserved
Careful, thoroughly examines people’s needs in situations
Works well with existing resources – gets the most out of what has been done in the past
Skilled at finding the fatal flaw in an idea or a project
Value Words: “Objective,” “Organized”
Best Ways to Work with a East
Allow plenty of time for decision-making
Provide data – objective facts and figures that a West can trust
Don’t be put off by critical “NO” statements
Minimize the expression of emotion and use logic when possible
Appeal to tradition, a sense of history, and correct procedures
Sources:
The Personality Compass by Diane Turner and Thelma Greco, 1998.
The Medicine Way: A Shamanic Path to Self-Mastery. Kenneth Meadows. Element, 1991.
The Medicine Wheel: Earth Astrology. Sun Bear and Waburn. Simon and Schuster, 1980.

Khamis, 16 April 2009

Komando

wau...aku begitu bersemangat utk menulis lagi pagi nih...walau esok ada interview (kat spital lain)...tapi, aku dah ready...bukankah aku ini eveready macam komando...good to go at any time, anywhere...so, aku akan menulis mengenai komando...atas pengetahuan dan pengalaman ku..walaupun aku ini hanya seorang perfusionist cabuk (perfusionist pun kira komando gak dlm bidang perubatan)

Aku mmg bercita2 utk menjadi seorg komando dulu, kini dan selamanya...keluarga ku kebanyakannya berkhidmat dalam tentera dan polis..jadi, semangat mereka itu kena tempias pada aku....satu ketika dulu, setelah aku ditauliahkan sebagai seorg leftenan muda dlm PALAPES, lantaran aku ini telah dianugerahkan dgn kadet terbaik, maka aku ditawarkan untuk berkhidmat secara tetap dalam angkatan tentera darat...seorang kolonel menawarkan kepadaku jawatan Pegawai Tadbir di RSAT (hospital tentera) dgn pangkat leftenan sekiranya aku menerima tawaran itu. Aku menolak kerana ingin menyertai Rejimen Gerak Khas atau komando dan minta dipostingkan ke rejimen Renjer sebelum pergi kursus asas komando. Memandangkan kolonel itu dari Rejimen Askar Melayu, maka dia bertanya kpdku...'kenapa nak masuk renjer?', maka dgn selambanya aku menjawab,'Renjer lebih brutal dari askar melayu.' Apa lagi, merah muka kolonel tu dan dimakinya aku disitu juga. Dan aku menolak tawaran itu...jika tidak, mungkin aku sudah berpangkat Lt kol sekarang ni dan dalam proses pemilihan utk jadi jeneral...

so...apa itu komando? Komando adalah tentera ekstra terlatih atau elit yang menjalankan tugas sfesifik, berbahaya, mencabar dan berani untuk satu misi ketenteraan maupun awam. bukan semua perajurit mampu menjadi komando kerana proses pemilihan calon2 yang layak adalah ketat dan keras. Seorg komando mestilah berani, lasak, tabah, sabar, berdisplin, tenang, cekap dan mampu berfikir dlm keadaan yg amat tertekan. kriteria pemilihannya adalah dengan kelasakan latihan dan semangat kental atas penderaan yang diterimanya. Mental dan fizikalnya mestilah kuat dan seiiring. Itu baru nak layak, belum lagi jadi komando..

Di Malaysia ini, ada 4 pasukan elit yang menjalankan tugas komando iaitu Rejimen Gerak Khas (Tentera Darat), Pasukan Khas Laut (tentera laut), pasukan Khas udara (tentera udara) dan komando 69 (Polis).

Sejarah komando (cedokan dari laman web komandomalaysia.blogspot.com
Pada tahun 1975, TLDM memerlukan sebuah pasukan khusus untuk menguatkuasakan perairan Malaysia dari diceroboh oleh sebarang keganasan di laut, misalnya lanun. Pasukan ini dikehendaki untuk menjalani latihan peperangan moden dilaut. Atas keperluan inilah, TLDM telah menghantar 30 orang pegawai dan anggota di Pusat Latihan Peperangan Khas, Kem Sungai Udang, Melaka dan seterusnya dihantar ke Surabaya, Indonesia untuk mendapat latihan khas dari pasukan elit KOPASKA (Komando Pasukan Katak) Tentera Nasional Indonesia - Angkatan Laut dan bermulanya detik penubuhan pasukan elit TLDM ini. Walaubagaimanapun, salah seorang daripada 69 anggota pelatih TLDM yang menjalani latihan asas komando di Surabaya gagal menamatkan latihan setelah terpaksa dihantar ke hospital akibat kecederaan patah kaki. Selepas menjalani latihan dari KOPASKA, pasukan ini kemudiannya dihantar berkursus ke London di bawah sel latihan oleh Royal Marine Commando British dan Amerika Syarikat oleh US Navy SEALs.
Bersama dengan anggota-anggota SEALs Amerika yang menerima latihan asas komando, anggota PASKAL yang dilatih oleh SEALs ini mengikuti latihan asas komando di seluruh formasi latihan asas tentera laut Amerika, khasnya di Coronado, California dan Norfolk, Virginia terutamanya latihan yang melibatkan operasi dibawah permukaan air, amfibia, sabotaj serta latihan-latihan lain yang cukup mencabar yang tidak dapat dilakukan oleh pasukan tentera yang biasa. Antara pegawai PASKAL yang turut mendapat latihan daripada pasukan elit Amerika ini ialah Leftenan Komander Ahmad Ramli bin Kardi. Setelah menamatkan latihan daripada ketiga-tiga pasukan elit ini, PASKAL memulakan pengoperasiannya di Malaysia pada tahun 1 Oktober, 1980 mempertahankan Zon Ekonomi Eksklusif (EEZ) sejauh 200 batu nautika dari perairan Malaysia.

Peranan

Peranan PASKAL adalah melancarkan operasi membebaskan kawasan perairan, darat dan udara daripada cengkaman pihak musuh. PASKAL dilatih dengan pelbagai teknik operasi maritim seperti membanteras lanun, memusnahkan rampasan ke atas kapal dan pelantar minyak. Lebih 30 pelantar petroleum diperairan Malaysia adalah dibawah kawalan dan seliaan PASKAL. Kini, PASKAL mempunyai kemampuan untuk menjalani latihan khas di kesemua pelantar petroleum diseluruh perairan Malaysia.
Misi PASKAL juga terdiri daripada operasi dipantai, pengintipan dan perisikan khas, letupan khas dan sabotaj. PASKAL turut berkebolehan dalam operasi didarat untuk serangan amfibia daripada tentera darat, melakukan serangan komando ke atas kapal di pelabuhan musuh, operasi dikapal khas, kepakaran anti-pengganas, operasi membersihkan periuk api didarat mahupun diperairan dan menyertai operasi bersepadu dengan pasukan elit tentera darat seperti teknik penerjunan bebas.
Keanggotaan PASKAL turut diletakkan dibawah pejabat seliaan khas di Pulau Layang-Layang dibawah pengawasan kapal TLDM. Sepertimana unit elit yang lain misalnya SEAL Amerika, PASKAL dilengkapi dengan persenjataan dan kelengkapan khas seperti submesingan dan amunisi khusus dan mempunyai peralatan khas bagi pengoperasian dibawah permukaan air. Antara kelengkapan khas PASKAL adalah motor selam mini yang mana adalah salah satu kenderaan khusus yang dikenali sebagai UDV - Underwater Delivery Vehicle, bot laju dan kenderaan marin yang lain. Subskimmer adalah kenderaan selam yang terbaik digunakan untuk menyusup ke dalam air tanpa dikesan. Selain itu, PASKAL turut mempunyai misi khusus dalam memerlukan kepakaran dalam tugas keselamatan negara.

Latihan

Perbarisan Tamat Latihan Asas PASKAL.

Perbarisan Tamat Latihan Asas PASKAL.
Untuk layak memakai beret komando PASKAL ini, bukanlah sesuatu pencapaian yang mudah kerana mereka perlu menjalani latihan intensif yang menguji ketahanan fizikal dan mental, mampu melakukan pelbagai tugas yang mungkin sukar dilakukan oleh anggota tentera biasa. Syarat bagi pegawai dan anggota TLDM yang ingin menyertai pasukan elit ini adalah umur tidak melebihi 30 tahun dan mempunyai rekod kesihatan yang lebih baik.
Kriteria untuk melayakkan seseorang menganggotai Paskal bukanlah mudah kerana mereka perlu menempuh latihan-latihan asas komando yang sangat mengguji ketahanan mental dan fizikal yang luar biasa.
Latihan Asas Kelayakan PASKAL :
1. Ujian Pemanasan / Ujian Kelayakan
2. Kursus Asas Komando PASKAL ( meliputi Darat, Laut dan Hutan serta Paya)
3. Penyelam Kapal & Penyelam Tempur Oksigen
4. Asas Payung Terjun
5. Tempur Jarak Dekat dan Tempur Tanpa Senjata.
Pegawai dan anggota akan dianugerahkan dengan beret komando apabila tamat latihan asas PASKAL dan lencana trimedia setelah menjalani kursus kepakaran anggota PASKAL. Mereka akan menjalani latihan lanjutan secara berterusan bagi mendalami kepakaran masing - masing bagi melayakkan mereka menyertai sebarang operasi. Anggota PASKAL juga diwajibkan menjalani ujian kecekapan & kecergasan setiap 3 bulan bagi menilai tahap kesiapsiagaan anggota. Antara ujian yg dijalankan ialah :
1. Larian 7.8km dalam masa 28 minit
2. Berenang 1.5km tidak lebih dari 25 minit (kolam renang)
3. Berenang 6.4km di lautan dengan peralatan tempur lengkap dalam masa 120minit
4. Terjunan bebas malam/siang di lokasi tertentu bangunan,laut,bukit.
5. Renang gaya bebas 1.5km dalam masa 31 minit.
6. Selaman bebas tanpa peralatan di kedalaman 7m.
7. Ikhtiar hidup dalam air dengan kaki dan tangan diikat.
PASKAL telah menghantar pegawai dan anggota untuk menjalani kursus khas dengan pasukan elit Special Air Service British, NGSLO, SEALs, Submarine Escape (Australia), Assault Swimmer and Clearance Diving Team (Australia), Sniper Supervisor (Australia), Mountain Climbing (Perancis), ASASR Australia dan sebagainya. Pada 26 Ogos 1991, Kementerian Pertahanan mengistiharkan PASKAL sebagai pasukan utama dalam operasi memerangi keganasan bagi mempertahankan pelantar minyak dan kapal-kapal dan bertindak sebagai Pasukan Tindakan Pantas dalam apa jua situasi.

Kepakaran / Kursus Khas

Pasukan elit PASKAL dengan senjata MP5A5 yang dilengkapi pejera Optik Taktikal CompM2 dan lampu suluh Surefire sedang bersiap sedia untuk menggempur musuh.

Pasukan elit PASKAL dengan senjata MP5A5 yang dilengkapi pejera Optik Taktikal CompM2 dan lampu suluh Surefire sedang bersiap sedia untuk menggempur musuh.
Meliputi dalam negara
  1. Ujian Ikhtiar Hidup/Misi
  2. Pertempuran khas
  3. Mencari dan Menyelamat
  4. Operasi dalam bangunan
  5. Pertempuran Bukan Konvensional
  6. Ketua Seksyen
  7. Sarjan Platun
  8. Komander Komander
  9. Kepakaran Perubatan Tempur
  10. Tae Kwon Do (Tempur Tanpa Senjata)
  11. Tempur Jarak Dekat (CQC)
  12. Asas Penerjunan Bebas
  13. Teknik Abseiling dan Penyelamat Udara
  14. Pendakian Taktikal
  15. Rondaan Pengintipan Jarak Jauh
  16. Mematikan Bahan Letupan
  17. Penembak Tepat
  18. Ketua Penyelam Gempur
  19. Pengendalian Bot Kecil
  20. Pengendalian Kenderaan Tempur Permukaan
  21. Jurulatih Penerjunan Bebas
  22. Jurulatih Penembak Tepat
  23. Jurulatih Pendakian Taktikal
  24. Perisikan Khas
  25. Sarjan Pasukan Data Khas
  26. Pegawai Pasukan Data Khas
  27. Fotografi
  28. Penggunaan Pelbagai Bahasa

Persenjataan dan Kelengkapan

Persenjataan khusus merupakan isu penting dalam pasukan elit dalam menjalankan beberapa operasi-operasi khas. Dalam menjaga lebih 30+ pelantar minyak syarikat dengan aset yang paling berharga di perairan Malaysia, kelengkapan PASKAL meliputi kemajuan dan kecanggihan peralatan khusus dalam inventori pasukan keselamatan. Kini, PASKAL dilengkapi dengan persenjataan yang jauh lebih ringan dan moden serta kelengkapan khusus seperti alat pandang malam, bot taktikal, motor selam mini, pejera laser bagi senjata raifal dan karbin. Dibawah adalah senarai persenjataan khas PASKAL.

Data Senjata Ringan
Pistol Senapang Patah Submesingan Raifal / Karbin Anti Material Penembak Tepat Mesingan
Glock 17 Franchi SPAS-12 Brugger & Thomet MP5A5 AK 102 Barrett M82 AI - AWM CETME Ameli
STI Grandmaster Mossberg 500 FN P90 PDW CAR-15 Robar RC-50 HK G3/SG-1 FN Minimi

Remington M870 HK MP5A51 Bushmaster M4
HK MSG-90 M60E2.

Remington M1100 HK MP5K PDW Colt M16A1




HK MP5SD2 Steyr AUG


1Demi mencipta kelainan daripada pasukan elit Malaysia yang lain, persenjataan MP5A5 buatan Heckler & Koch (HK) yang digunakan oleh PASKAL ini telah digantikan dengan MP5A5 buatan Brugger & Thomet (B&T) dari Switzerland. B&T MP5A5 direka khusus dengan penyaduran bahan khas supaya ianya boleh digunakan dikawasan perairan dalam tempoh yang amat ekstrem, seakan sama dengan MP5-Navy buatan HK.

Data Pelancar Grened, Anti Kereta Kebal dan Anti Pesawat
Pelancar Grened Negara Anti Kereta Kebal Negara Anti Pesawat Negara
M79 Flag of the United States Amerika Syarikat AT-4 Bendera Sweden Sweden Starburst VSHORADS Flag of the United Kingdom United Kingdom
M203 Flag of the United States Amerika Syarikat Carl Gustav Bendera Sweden Sweden

PASKAL sememangnya mempunyai latihan khas yang terbaik sesuai dengan mottonya Sentiasa Terbaik, kelengkapan yang canggih dan unit sokongan khas dalam cabang Angkatan Tentera Malaysia. Penggunaan karbin ringan Bushmaster M4 buatan Amerika Syarikat telah dilihat sebagai contoh utama dimana unit ini setanding atau lebih baik daripada US Navy SEALs.

Identiti PASKAL

Komando PASKAL dengan raifal AK 102.

Komando PASKAL dengan raifal AK 102.
Beret Ungu
Melambangkan identiti pasukan elit ini dan juga melambangkan hubungan persahabatan pasukan ini dengan Kor Marinir Indonesia memandangkan jalinan erat antara Malaysia dengan Indonesia adalah kukuh.
Celoreng
Celoreng yang menjadi pakaian seragam PASKAL merupakan celoreng yang sama dipakai oleh US Navy SEALs dan juga turut merupakan hubungan baiknya dengan pasukan elit Amerika Syarikat ini kerana pasukan itu jugalah yang menjadi tunggak utama penubuhan PASKAL hingga sekarang.
Trimedia
Trimedia merupakan lambang rasmi yang dipakai oleh setiap anggota PASKAL.Maksud :
1. Lambang Sayap Terjun - Berkeupayaan untuk penyusupan melalui udara
2. Lambang Jet Fin & Face Mask - Berkemampuan untuk melakukan penyusupan melalui bawah air
3. Pisau Komando - mampu melaksanakan operasi di dalam hutan.
4. Lambang Sauh - salah satu unit dalam TLDM.

PASKAL

LOGO PASKAL
Aktif 1975 - Sekarang
Negara Malaysia
Cawangan Tentera Laut Diraja Malaysia
Jenis Pasukan Elit / Pasukan Operasi Khusus Malaysia
Peranan Operasi Khas Laut, Darat & Udara , Pasukan Anti-pengganas.
Keanggotaan Sulit
Sebahagian dari Angkatan Tentera Malaysia
Markas/Ibu pejabat Pangkalan TLDM Lumut, Perak
Motto Sentiasa Terbaik
Warna Warna Ungu ( beret )
Perang/pertempuran Kepulauan Spratleys
UNIVEM II 1998, Angola
MALCON - UNIFIL, Lubnan
Komander
Kolonel
Rejimen
Laksamana Pertama Nasaruddin bin Othman
Tanda kebesaran
Lencana Trimedia PASKAL




GRUP GERAK KHAS



Grup Gerak Khas adalah satu pasukan elit utama negara dalam naungan Angkatan Tentera Malaysia dan juga merupakan pasukan komando elit yang disegani ramai kerana kesanggupan mereka melakukan apa sahaja. Pasukan ini beroperasi di Sungai Udang di Melaka dan Kuala Kubu Bharu.

Senarai kandungan




Sejarah

Penubuhan pasukan elit tentera darat ini bermula selepas konfrontasi yang melibatkan Persekutuan Malaysia-Indonesia pada tahun 1965. Sebagai jalan penyelesaian kepada masalah yang timbul dari konfantasi tersebut, Menteri Pertahanan Malaysia pada ketika itu, Tun Abdul Razak bin Haji Dato' Hussein, telah memberi arahan untuk mengadakan unit ujian. Menteri Pertahanan telah mengarahkan sukarelawan dan sejumlah sukarelawan dari tentera darat dan laut untuk mengambil bahagian. Pada 25 Februari 1965, satu latihan asas komando diperkenal dan dikendalikan oleh Regimen ke-40 Komando Marin DiRaja British (40th British Royal Marines Commando) di Kem Majidee, Johor Bahru, Johor.
Daripada 300 sukarelawan yang mengambil bahagian, hanya 15 orang sahaja yang terpilih untuk menjalani latihan asas Komando selama 6 minggu. Pada akhir latihan, hanya 4 Pegawai dan 9 anggota dari lain-lain pangkat berjaya dalam latihan ini dan juga merupakan trup nukleus yang pertama. Mereka adalah :
  1. Leftenan Kolonel Shahrul Nizam Bin Ismail (Jeneral Bersara)
  2. Mejar Abu Hassan bin Abdullah (Kolonel Bersara)
  3. Leftenan Mohd Ramli bin Ismail (Mejar Jeneral Bersara)
  4. Leftenan Dua Ghazali bin Ibrahim (Mejar Jeneral Bersara)
  5. Leftenan Dua Hussin bin Awang Senik (Kolonel Bersara)
  6. 6842 Sarjan Ariffin bin Mohamad
  7. 300152 Sarjan Anuar bin Talib
  8. 4861 Sarjan Zakaria bin Adas
  9. 201128 Sarjan Yahya bin Darus
  10. 202072 Koperal Silva Dorai
  11. 203712 Koperal Moo Kee Fah
  12. 13852 Lans Koperal Johari bin Haji Morhd Siraj
  13. 10622 Lans Koperal Sabri bin Ahmad
Kejayaan ini membuktikan bahawa rakyat Malaysia juga berkebolehan untuk mengambil apa jua peranan dan tugas yang diberikan. Dengan bimbingan dan tunjuk ajar daripada jurulatih khas dari Rejimen ke-40 Royal Marines Commando British, Grup Gerak Khas mula melebarkan sayap pada tahun yang sama, mereka berjaya mengatasi 6 latihan asas komando.
Mejar Abu Hassan bin Abdullah merupakan Pegawai Komand Pertama bagi Grup Grak Khas (GGK), dan Sarjan Ariffin menjadi Mejar Skuadron yang pertama. Pada akhir 1965, kekuatan GGK adalah sebanyak 70%. Bagi memastikan pembangunan yang seiring dengan pasukan elit, pegawai dari pelbagai pangkat dihantar keluar negara untuk menjalani kursus-kursus khas seperti penyusupan lintas udara, penerjunan bebas, operasi-operasi khas, renjer, teknik amfibia dan sebagainya.
Anggota Grup Gerak Khas dengan senjata raifal Colt M16A1 dalam sesi latihan. Pasukan ini telah banyak mengharumkan nama negara sepanjang kariernya memerangi keganasan.

Anggota Grup Gerak Khas dengan senjata raifal Colt M16A1 dalam sesi latihan. Pasukan ini telah banyak mengharumkan nama negara sepanjang kariernya memerangi keganasan.
GGK juga mengadakan latihan bersama dengan pasukan elit dari negara lain seperti KOPASSUS TNI-AD dari Indonesia, Special Air Service (Australia, Britain), Special Service Group (Pakistan), US Delta Force dan Green Beret (Amerika Syarikat). KOPASSUS yang merupakan pasukan elit Indonesia yang paling kerap mengadakan latihan silang bersama dengan GGK ini kerana bagi menjaga nama baik kedua-dua negara serumpun selepas konfrontasi tersebut, pasukan ini mengadakan hubungan persahabatan dengan unit elit ini. GGK telah mengadakan operasi di Timur Malaysia dan semasa insiden 13 Mei 1969. Selepas Konfrontasi 1967, terdapat perbincangan sama ada untuk menyambung atau mengekalkan unit khas ini. Ini kerana terdapat implikasi kewangan dari unit GGK di mana ia bersamaan dengan keperluan dua Batalion Infantri. Oleh kerana isu tersebut, GGK telah dipindahkan ke Kem Segenting, Port Dickson pada 1968.
Insiden 13 Mei telah membuktikan bahawa GGK merupakan aset yang berharga buat kerajaan dan patut dikekalkan dan dikembangkan kepada regimen. Apabila elemen dan unit baru diserap ke dalam GGK, mereka telah dipindahkan ke Kem Sungai Udang, Melaka dan pada 1 Ogos 1970, Regimen Gerak Khas pertama telah dibentuk. Walaupun GGK telah mendapat kredit pada 1971 tetapi keanggotaannya masih menjadi milik kor masing-masing. Situasi ini menyebabkan masalah bagi merancang kerjaya anggotanya. Untuk mengatasi masalah ini, sukarelawan yang di buang dari senarai untuk menyertai Regimen Khas. Pada 1973, kor telah ditugaskan kepada 6 pegawai.

Perkembangan

Kem Sungai Udang telah diberi gelaran sebagai "Markas Komando". Ia telah berjaya menarik minat ramai sukarelawan dari regimen lain. Leftenan Kolonel Borhan bin Ahmad merupakan pegawai yang bertanggung jawab mencari jalan untuk mengembangkan GGK. Banyak aktiviti termasuk sukan dan aktiviti ketenteraan lain telah di susun untuk memastikan GGK terlibat. Program bersama dipimpin oleh negara lain seperti British, New Zealand, Australia dan juga Amerika Syarikat untuk mengembangkan pengetahuan dan mendapat pengalaman baru dalam aspek khusus dalam operasi khas.
Dalam rancangan malaysia Ke-3 dan penambahan pasukan bersenjata, Pusat Latihan Perang Khas (PULPAK) telah dibina pada 1 Ogos 1976. Fungsi utama adalah untuk memastikan keperluan latihan untuk pasukan khas dipenuhi. Selepas itu, Regimen kedua GGK telah dibentuk. Kesemua tiga unit menjadikan Kem Sungai Udang, Melaka sebagai tapak. Pada 1979, Pusat Latihan telah siap sepenuhnya dan Kolonel Borhan bin Ahmad menjadi Komandan bagi pusat latihan khas ini.

Persenjataan

Grup Gerak Khas dibekalkan dengan kelengkapan dan teknologi bagi semua unit elit Malaysia. Kelengkapan GGK bukan sahaja terdiri daripada sistem persenjataan biasa, tetapi turut dibekalkan dengan beberapa model baru.

Data Senjata Ringan
Pistol Senapang Patah Submesingan Raifal / Karbin Anti Material Penembak Tepat Mesingan
Beretta M92FS Franchi SPAS-12 HK MP5A2 CAR-15 Barrett M95 AI - AWM Mesingan M60
Browning HP Remington M870 HK MP5A3 Colt M4A1
Blaser R93 Tactical FN Minimi
Colt M1911 Remington M1100 HK MP5K Colt M16A1 Model 653
HK G3/SG-1 RPK-74
Glock 17
HK MP5K-A5 HK G36C
HK MSG-90
Glock 19
HK MP5SD2 Steyr AUG


Glock 26





HK P9S





HK Mark 23





Sig Sauer P226





Vektor SP1





Yavuz 16 Compact






Data Pelancar Grened, Anti Kereta Kebal dan Anti Pesawat
Pelancar Grened Negara Anti Kereta Kebal Negara Anti Pesawat Negara
M79 Flag of the United States Amerika Syarikat AT-4 Bendera Sweden Sweden

M203 Flag of the United States Amerika Syarikat Carl Gustav Bendera Sweden Sweden


Insignia

Motto Rejimen
Cepat Dan Cergas
Lambang Rejimen
Digelar sebagai "Harimau Berjuang", wajah harimau mengaum dan pisau komando. Warna hijau melambangkan status Rejimen Komando dan melambangkan warna hijau juga sebagai warna suci agama Islam. Warna Biru melambangkan hubungan erat antara Rejimen Gerak Khas dengan 40th Royal Marines Commando British. Harimau melambangkan keberanian, dan ketangkasan. Pisau Komando merupakan pertanda status anggota resimen – hanya anggota komando sahaja yang layak menyandang pisau komando.
Beret Hijau
Anggota Rejimen Gerak Khas menggunakan Beret Hijau, merupakan simbol am diantara komuniti pasukan komando di seluruh dunia. Lambang "harimau berjuang" diletakkan pada beret hijau.
Lanyard Biru
Anggota Rejimen Gerak Khas juga menggunakan lanyard berwarna biru, sebagai tanda penghargaan dari 40th Royal Marines Commando British. Anggota dari 40th Royal Marines dan Gerak Khas menggunakan lanyard biru tradisional.

Tanggungjawab

Anggota pasukan elit Grup Gerak Khas dengan senjata Steyr AUG mengawal kem tamat latihan.

Anggota pasukan elit Grup Gerak Khas dengan senjata Steyr AUG mengawal kem tamat latihan.
Grup Gerak Khas bertanggungjawab menyediakan kemudahan dan kelengkapan menjalankan gerakan khas termasuk gerakan payung terjun dan gerakan perairan. Gerakan ini boleh dilaksanakan secara bersendirian, bersama atau bekerjasama dengan pasukan tetap yang lain di dalam kawasan musuh.
Rejimen Gerak Khas
Mengadakan Skuadron mencari, melapor, mengharu dan menghancur musuh dengan penyusupan jarak jauh dan di samping itu bekerja rapat dengan pasukan gerila. Melaksanakan operasi ofensif secara bebas yang memerlukan kepakaran melalui laut, darat dan udara di dalam kawasan yanng dikuasai oleh musuh dan juga mendapatkan maklumat.
LATIHAN
Tentera Darat membuat pengambilan latihan Kursus Asas Komando 3(tiga) kali setahun, siri AK/1, AK/2 dan AK/3.Kursus ini mengambil masa selama 12 minggu, terbahagi kepada 5 fasa.Syarat untuk menyertai kursus ini seseorang itu haruslah berkhidmat dalam Tentera Darat terlebih dahulu,sekurang-kurangnya setahun dan mempunyai rekod yang cemerlang.Pendek kata kursus ini hanya untuk anggota Tentera Darat bukan orang awam.Kursus ini juga merupakan kemuncak kepada kemampuan seorang anggota Tentera Darat.Biasanya,50 peratus anggota akan berjaya mengharungi kursus ini sehigga tamat.Contohnya kursus siri AK/3/2006. 180 anggota diterima menyertai kursus ini setelah lulus orientasi selama 30 hari di Markas 21 GGK.Akhirnya 90 anggota berjaya menamatkan kelima-lima fasa dengan jayanya pada 24 Februari 2007,bermula pada 2 Disember 2006.
Sebelum menyertai Kursus Asas Komando Gerup Gerak Khas 12 minggu,pelatih wajib terlebih dahulu mengikuti orientasi selama 30 hari bagi menilai apakah mereka layak menyertai kursus tersebut.Oleh itu mereka diuji dengan keras.
FASA 1: KEM (5 minggu)
Setelah berjaya diorientasi barulah mereka boleh menyertai kursus.Objektif peringkat permulaan ini untuk menguji ketahanan mental dan fizikal anggota.Antara latihannya seperti abseiling,senjata,bahan letupan,perubatan dan sebagainya.Pada permulaan peringkat ini, pelatih akan berlari sejauh 76 km, seterusnya 76 km lagi pada waktu malam.Pertengahan pula jalan lasak 25 km.Di akhir peringkat ini pelatih harus keluar dari Kem Sg. Udang memandu arah sejauh 138 km tanpa henti.
FASA 2: HUTAN (2 minggu)
Latihan di perngkat ini seperti ikhtiar hidup,peperangan hutan dan sebagainya. Pelatih juga dilatih memandu arah sejauh 90 km.Di akhir peringkat ini mereka juga akan berjalan sejauh 160 km dalam masa 3 hari.Biasanya, aktiviti inilah yang paling ramai pelatih gagal kerana menyerah dan tidak mampu bertahan lagi berjalan sejauh itu.
FASA 3: PAYA (1 minggu)
Walaupun hanya seminggu dan tiada apa-apa aktiviti fizikal di peringkat ini,tetapi mereka terpaksa bertahan untuk terus hidup dengan hanya berbekalkan seluar dalam, sebilah parang,beberapa batang mancis dan tiada langsung bekalan makanan diberi.Latihan lain ialah ikhtiar hidup,peperangan di paya dan sebagainya.
FASA 4: LAUT (2 minggu)
Latihan di perngkat ini seperti serangan pantas,menyelam di dasar laut,sabotaj dan sebagainya.Pelatih juga dikehendaki berdayung dengan kanu todak sejauh 20 km.Selain itu pandu arah laut 10 km dengan kanu yang sama.Setiap anggota komando WAJIB mahir dan pakar dalam tiga dimensi peperangan iaitu laut,darat dan udara.
FASA 5: LATIHAN PENAMAT (2 minggu)
Sekarang tibalah masa untuk pelatih mengaplikasikan segala apa yang telah dipelajari dan diharungi pada peringkat sebelumnya.Peringkat inilah merupakan ujian sebenar pelatih. Permulaan ujian mereka terpaksa berdayung sejauh 100 km menuju ke kawasan operasi.Tiba di sana,mereka perlu mencari dan mengenalpasti lokasi kawasan musuh,mengatur gerak dan seterusnya melancarkan serangan ke kawasan itu.Setelah serangan berjaya dilaksanakan dan objektif tercapai,mereka terpaksa pula melarikan diri dari musuh yang cuba memusnahkan mereka.Dalam pelarian ini,mereka juga perlu mengelak dari ditangkap.Inilah yang dinamakan escape & evasion.Jikalau ditangkap,mereka akan diseksa sebenar-benarnya.Jarak pelarian ini sejauh 240 km!!!Untuk mengelak dari ditangkap,mereka tidah boleh leka atau tidur sepanjang E&E itu.Masa yang diambil kira-kira 5 hari untuk menamatkan jarak sejauh itu.Bayangkalah keperitan yang mereka alami.Maka layaklah mereka digelar KOMANDO,iaitu manusia yang mempunyai ketahanan mental dan fizikal yang amat tinggi
Segala ujian yang mereka harungi ini tak mungkin mampu dilakukan oleh manusia biasa.Saya sendiri bagaikan tak percaya apa yang mereka buat.Jumlah keseluruhan perjalan mereka sejauh lebih 900 km.
Mereka akan diberi rehat seminggu selepas itu sebelum hari penganugerahan beret. Anggota yang berjaya akan membuat satu demonstrasi serangan pantai keatas kubu musuh yang berada hampir dengan gigi air kepada tetamu kehormat.
Penganugerahan
Mulanya anggota itu akan melutut dihadapan penganugerah.Topi celoreng yang dipakai akan dibuang manakala beret hijau akan disarungkan.Kemudian anggota akan mendepakan tangan kanannya sambil menggenggam untuk penganugerah mengikat lanyard biru.Akhir sekali anggota perlu berdiri semula untuk penganugerah menyarungkan pisau fairbairn & sykes yang sarungnya telah berada tersedia di dada kiri.Penganugerahan ini diberi terlebih dahulu kepada pegawai.
Diploma juga turut diberikan kepada anggota-anggota iitu.

Operasi yang diketahui


Insurgensi 1966-1990Pada insurgensi mulai tahun 1966 hingga 1690, Rejiment Gerak Khas terlibat dalam beberapa siri operasi menentang pengganas komunis diseluruh kawasan hutan Malaysia. Ramai diantara pengganas komunis yang berjaya dibunuh, dicederakan dan ditawan serta sejumlah besar senjata api, bahan letupan dan kelengkapan dirampas.


Kepulauan Spratley

Memandangkan unit Rejimen Gerak Khas adalah aset berharga kerajaan, perkara yang perlu difahami oleh pasukan elit tentera darat dan marin ATM adalah menjaga kawasan yang berhampiran dengan Kepulauan Spratley. Grup Gerak Khas dan PASKAL Tentera Laut Diraja Malaysia dihantar bertugas menjaga pulau-pulau kecil yang berhampiran dengan perairan Malaysia. Dua detasemen elit ini telah ditempatkan di Pulau Terumbu Ubi, Terumbu Mantanani dan Terumbu Layang-Layang serta Terumbu Siput dan Terumbu Peninjau.[1]


Pertempuran di Mogadishu, Somalia (1993)

Grup Gerak Khas terlibat dalam operasi berprofil tinggi termasuklah operasi bersepadu dengan Rejimen Askar Melayu Diraja dan tentera Pakistan dalam tugas menyelamat pasukan Renjer dan pasukan elit Delta Force Amerika Syarikat yang terperangkap didalam pertempuran dengan tentera militan Jeneral Farah Aidid di Pasar Bakhara, Mogadishu, Somalia yang mengorbankan seorang krew kereta perisai MALBATT RAMD iaitu Allahyarham Koperal Aznan Awang dan 7 lagi cedera. GGK turut kehilangan dua anggotanya semasa pertempuran di bulatan K4 dimana unit ini terlibat dalam operasi yang diterajui oleh Amerika dalam tugas menangkap beberapa orang kanan Aidid.


Sukan Kommonwel ke-16

Grup Gerak Khas turut digandingkan bersama pasukan polis anti-pengganas Pasukan Gerakan Khas PDRM dalam tugas keselamatan khas dan bersedia untuk tugas operasi menyelamat tebusan dan mematikan bahan letupan (sekiranya berlaku ancaman dan kekacauan dari pihak-pihak tertentu) sempena Sukan Kommonwel ke-16 di Kuala Lumpur pada tahun 1998.


Bosnia Herzegovina

Unit-unit Grup Gerak Khas turut dihantar sebagai unit pengaman di Bosnia, yang mana satu dan hanya unit komando daripada Asia Timur-Selatan telah ditugaskan di Bosnia.


Timor Leste 2006

Grup Gerak Khas juga dihantar bersama dengan truper elit dari 10 Briged Para dan pasukan elit PDRM, Pasukan Gerakan Khas dalam operasi pengaman di Timor Leste, yang diketuai oleh Australia yang dikenali sebagai Operasi Astute. [2]


Insiden Genting Sempah

Pada Julai, 2007, Rejimen ke-22 Grup Gerak Khas bersama dengan anggota 10 Briged Para dari Kem Terendak, PASKAU TUDM dan Pasukan Gerakan Khas PDRM dengan disokong oleh Tentera Laut Amerika Syarikat, Pasukan Gerakan Am PDRM, Renjer Perhutanan, Jabatan Bomba Dan Penyelamat, Jabatan Pertahanan Awam (JPA3) serta penduduk tempatan dalam usaha mencari dan menyelamat 6 krew helikopter Sikorsky S61 Nuri yang terhempas di Genting Sempah pada 13 Julai lalu. Walaubagaimanapun, keenam-enam wira negara tersebut telah terkorban sebelum pesawat malang itu ditemui oleh unit-unit penyelamat tersebut.


MALCON - UNIFIL

Unit ini juga terlibat dalam misi pengaman MALCON - UNIFIL di Lubnan bersama dengan tiga lagi elemen pasukan elit ATM (terdiri daripada 10 Briged Para, PASKAL dan PASKAU) dan ditempatkan di dalam Kontinjen India dalam menjaga keamanan di negara yang mengalami kemusnahan akibat serangan oleh rejim Israel. Keempat-empat pasukan elit ini bertindak sebagai Pasukan Tindakan Pantas dalam menghadapi sebarang bentuk ancaman dikawasan pentadbiran ATM disana.


Grup Gerak Khas

GGK Insignia
Aktif 25 Februari 1965 - Nukleus Pertama
Negara Malaysia
Cawangan Angkatan Tentera Malaysia
Jenis Pasukan Elit
Peranan Pasukan Anti Pengganas
Keanggotaan 3 rejimen
Sebahagian dari Tentera Darat Malaysia
Pasukan Operasi Khusus Malaysia
Markas/Ibu pejabat Kem Iskandar, Mersing, Johor
Motto Cepat dan Cergas
Warna Hijau Gelap (Beret)
Perang/pertempuran Insurgensi Kedua
Ops Subuh
Pasar Bakhara, Bulatan K4, Mogadishu, Somalia
UNPROFOR, Balkan
Insiden Genting Sempah
MALCON - UNIFIL 2007
Komander
Briged Komander Brigedier Jeneral Dato' Ahmad Rodi Zakaria
Kolonel
Rejimen
Kolonel Abd. Samad Yaakob

KOMANDO 69 (VAT 69)





Komando 69
Komando 69 telah dilatih khusus oleh pasukan United Kingdom Special Air Service Regiment pada tahun 1969 untuk membanteras sebarang kegiatan insurgensi oleh Parti Komunis Malaya. Nama Komando 69 ini diambil bersempena tahun 1969 ditubuhkan sebagai unit tempur khas untuk menghapuskan sebarang bentuk teknik pertempuran dan taktik gerila oleh pengganas komunis. Penubuhan unit ini bermula apabila Menteri Pembangunan dan Keselamatan Dalam Negeri, Allahyarham Tun Dr. Ismail mengemukakan cadangan untuk menubuhkan satu pasukan elit untuk menentang sebarang bentuk ancaman insurgensi komunis pada tahun 1969.Anggota Komando 69 semasa menjalani latihan menembak HK MP5 di lapang sasar. Perhatikan salah seorang anggota unit ini cuba menembak melepasi celah jari jurulatih ke papan sasaran dengan menggunakan peluru hidup. Latihan sebegini amatlah menguji kemampuan seseorang penembak terutamanya menembak ke arah sasaran yang sukar, lebih-lebih lagi sekiranya berhadapan dengan pihak musuh yang menggunakan tebusan. Anggota Komando 69 semasa menjalani latihan menembak HK MP5 di lapang sasar. Perhatikan salah seorang anggota unit ini cuba menembak melepasi celah jari jurulatih ke papan sasaran dengan menggunakan peluru hidup. Latihan sebegini amatlah menguji kemampuan seseorang penembak terutamanya menembak ke arah sasaran yang sukar, lebih-lebih lagi sekiranya berhadapan dengan pihak musuh yang menggunakan tebusan.

Pada bulan Oktober 1969, lebih kurang 60 daripada 1600 pegawai dan anggota Pasukan Polis Hutan (sekarang Pasukan Gerakan Am, PGA) telah dipilih dalam sesi latihan Komando 69 dan akan menjalani latihan asas komando. Sepasukan jurulatih dari United Kingdom Special Air Service Regiment telah dihantar ke Fort Kemar, Perak untuk melatih platun percubaan Komando 69. Diakhir latihan ini, hanya 30 orang sahaja yang berjaya dan merupakan trup nukleus pertama Komando 69. Pada tahun 1970an, unit ini memulakan operasi komandonya dan telah dihantar untuk menghapuskan pengganas komunis dihutan. Keputusannya, ramai diantara pengganas komunis telah dibunuh, dicederakan dan lain-lain berjaya ditangkap serta jumlah senjata dan kelengkapan komunis berjaya dirampas. Pada tahun 1977, skuadron Komando 69 telah pertingkatkan kepada 3 pasukan dan telah dilatih oleh New Zealand Special Air Service serta mengadakan kursus khas untuk melatih para jurulatih Komando 69 yang terdiri daripada anak watan Malaysia sendiri. Program ini berjaya pada tahun 1980 dan unit ini mempunyai sebarang kelengkapan khas dan keperluan logistiknya sendiri.



Lambang

Salah seorang anggota Komando 69 bersiap sedia untuk menggempur musuh.
Salah seorang anggota Komando 69 bersiap sedia untuk menggempur musuh.
Motto
Warisan Darah Perwira
Hitam
Simbolik kepada penugasan Komando 69 dalam operasi-operasi yang mempunyai kerahsiaan yang tinggi.
Merah
Melambangkan keberanian bagi perajurit-perajurit Komando 69
Kuning
Melambangkan Ketaatsetiaan kepada Raja dan Negara.
Lembing / Tombak
Senjata tradisi yang digunakan oleh pahlawan-pahlawan dan pendekar-pendekar Melayu.
2 Bilah Kerambit
Merujuk kepada angka 69, melambangkan membunuh musuh secara senyap

Latihan

Latihan asas Komando 69 terdiri daripada 3 fasa;
Fasa Pertama
Setiap pelatih akan diberi latihan khusus dalam teknik rondaan khas.
Fasa Kedua
Setiap pelatih akan diberi latihan dan teknik seperti penyusupan khas, komunikasi, perubatan perang dan penggunaan bahan letupan. Para pelatih diajar memasang jerangkap samar, mematikan bahan letupan dan pelbagai teknik pertempuran.
Fasa Ketiga
Latihan yang terakhir, para pelatih akan diuji dengan pelbagai aspek berkaitan teknik-teknik yang telah dipelajari. Diakhir latihan, perhatian khusus akan diberi kepada pelatih-pelatih untuk menentukan siapa diantara yang mempunyai potensi sebagai anggota unit ini.

Payung Terjun

Pasukan payung terjun Komando 69 bermula pada 1978 dimana 65 pegawai dan anggota dihantar ke Hua Hin, Thailand untuk dilatih oleh tenaga pengajar dari Pusat Latihan Payung Terjun Pasukan Polis Sempadan Polis Diraja Thailand. Latihan asas payung terjun dijalankan selama sebulan dimana setiap pelatih dikehendaki melakukan terjun statik. Setiap peserta hendaklah melakukan 10 kali penerjunan termasuk sekali di permukaan air. Setelah mendapatkan sayap penerjunan, semua pelatih akan dilatih dengan penerjunan bebas atau kursus lanjut (HALO / HAHO).
Cawangan Latihan Para Komando 69 bertanggung jawab untuk mempertingkatkan latihan payung terjun dari asas hingga ke peringkat lanjutan, termasuk rappelling & abseiling dari helikopter. Secara fakta, Komando 69 juga turut melatih kemampuan mereka tersendiri.

Tempur Jarak Dekat (CQB) dan Menyelamat Tebusan

Latihan tempur jarak dekat dijalankan oleh jurulatih Komando 69 sendiri. Kursus ini dikhaskan untuk taktik dan teknik operasi anti-pengganas. Antaranya adalah menyelamat tebusan di dalam bangunan, pesawat dan kereta api.

Menyelam

Keanggotaan lain yang diterapkan dalam Komando 69 adalah menyelam, separuh dari anggota Komando 69 mampu melaksanakan misi penyelaman. Latihan selama sebulan dilanjutkan dengan kursus ’Dive Master’ dengan kemampuan menyelam sedalam 150 kaki (50 meter). Mereka mampu dikerahkan dari pesawat helikopter.
Umumnya, kemampuan anggota Komando 69 berkemungkinan mengikuti kursus peringkat master untuk pertempuran gerila/hutan, FIBUA / OBUA / MOUT, penembak tepat, mencari dan menyelamat, payung terjun, tempur jarak dekat, tempur tanpa senjata, komunikasi, selam tempur, perubatan, kawalan rapat dan juga serbuan kapal.
Keputusan Komando 69 untuk menjadikan kemampuan cross-training dibuat bagi semua anggota untuk memiliki lebih dari satu keanggotaan. Setiap tahun beberapa anggota Komando 69 juga turut dihantar untuk mengikuti kursus di luar negara.

Kelengkapan

Pasukan Komando 69 dan Unit Tindakan Khas dilengkapi dengan peralatan khas sepertimana pasukan khas SAS, SWAT dan SEAL. Disini adalah senarai senjata dan kelengkapan yang digunakan oleh kedua-dua unit ini.

Senjata

Data Persenjataan Khas
Pistol Senapang Patah SMG/PDW Raifal/Karbin Penembak Tepat Mesingan Grened
Beretta M92F/S1 Remington M870 HK MP5A3 Colt M16A1 Acc-Int. PM M60E1 M79
Browning HP Mk.3 Remington M1100 HK MP5-K HK 331 HK G3/SG-1 HK 11A1 M203
Colt M1911A11 Winchester M12 HK MP5SD2 Steyr AUG A2 HK 33 Sniper1
Grened Kuasa Tinggi
Glock 19 Franchi SPAS 12 HK MP7 PDW HK 416 Sig SSG 2000
Grened Cahaya
HK P9S Franchi SPAS 15
HK G36C Remington 700
Grened Asap
Sig Sauer P226





Steyr M-9





Vektor SP1





Yavuz 16 Compact





1 Pistol Colt M1911A1 berkaliber .45 ACP buatan Amerika Syarikat pernah digunakan oleh para pegawai tentera British, askar Melayu dan pegawai polis Persekutuan Tanah Melayu (sekarang Polis Diraja Malaysia) semasa Perang Dunia Kedua dan Darurat di Tanah Melayu. Manakala Beretta M92F/S digunakan oleh Komando 69, UTK dan Rejimen Askar Melayu Diraja pada tahun 1970an semasa penugasan menentang pengganas komunis. Apabila kerajaan Malaysia memperkenalkan sistem persenjataan terbaru yang terdiri daripada jenis Glock, Sig Sauer dan Steyr pada tahun 1980an, Beretta dan Colt telah dihentikan perkhidmatannya, tetapi hanya 1% pegawai dan anggota sahaja yang masih menggunakannya terutamanya dari Jabatan Siasatan Jenayah dan Cawangan Persenjataan, malahan Cawangan Battalion Perisikan 165 Angkatan Tentera Malaysia juga turut menggunakannya. Manakala raifal HK 33 dan HK G3 dihentikan perkhidmatannya pada tahun 1990 dan digantikan dengan raifal Colt M4A1, HK G36C, HK MSG 90 dan HK PSG-1 sebagai senjata utama.

Kelengkapan

  • Alat Pandang Malam (Night Vision Goggle, NVG)
  • Pejera Laser
  • Pejera EO Tech
  • Ves Kalis Peluru

Misi dan operasi

Pasukan elit Komando 69 dan UTK mempunyai rekod pertempuran yang baik tetapi mempunyai profil yang rendah, khasnya UTK.
  • 1969 - Komando 69 memulakan operasi pertamanya di hutan dan berjaya menumpaskan sebilangan besar komunis dan merampas kesemua senjata dan kelengkapan komunis.
  • 19 November 1985 - Unit anti-pengganas Komando 69 bersama seluruh formasi PDRM didalam operasi yang dikenali sebagai Ops Hapus melakukan serbuan ke atas kediaman Ibrahim Mahmud yang dikenali sebagai Ibrahim Libya di Kampung Memali, Baling, Kedah yang menyebabkan beliau terkorban ditembak berpuluh kali di dadanya bersama 13 penduduk kampung. Selain itu, seorang pegawai kanan PPH dan dua anggota polis turut terkorban, dipercayai tertembak sesama sendiri.
  • Berikutan insiden kegiatan lanun yang mengganas di kawasan pekan di Sabah, pasukan Komando 69 telah dihantar beroperasi untuk menumpaskan aktiviti lanun di Sabah dan hasilnya, kegiatan lanun berjaya dihapuskan.
  • Oktober 1985 - Unit Tindakan Khas terlibat dalam satu operasi menyelamat tebusan seorang doktor dan pembantu perubatan oleh enam banduan yang bersenjata api di Penjara Pudu, Kuala Lumpur. Enam hari kemudian, serbuan yang dijalankan berjaya membuahkan hasil apabila tebusan tersebut berjaya diselamatkan, manakala Jimmy Chua, seorang penjenayah warga Singapura yang merupakan dalang disebalik drama tebusan tersebut berjaya ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung sampai mati.
  • Seorang ahli militan MNLF Filipina bernama Rizal Aleh berjaya melarikan diri ke Sabah bersama bapanya dan memulakan kegiatan jenayah dengan taktik-taktik lanun. Apabila Komando 69 yang diketuai oleh DSP Mohd Noor bin Razak dihantar sekali lagi ke Sabah, Rizal, bapanya dan rakan-rakannya berjaya diberkas dan dihadapkan ke mahkamah Semenanjung atas jenayah yang dilakukan, kemudiannya Rizal dan bapanya diserahkan kepada kerajaan Filipina memandangkan kedua-duanya amat dikehendaki oleh pihak berkuasa di negara tersebut.
  • 29 Jun 1994 - Unit Tindakan Khas telah melakukan serbuan ke atas sebuah tempat persembunyian P. Kalimuthu atau Bentong Kali di Medan Damasara, Selangor. Dalam serbuan ini, penjenayah yang paling dikehendaki polis ini berjaya ditembak mati.







UNITI TINDAKAN KHAS (UTK)





Unit Tindakan Khas
Anggota Unit Tindakan Khas bersenjatakan SMG HK MP5 dan pistol Vektor SP1 dalam sesi latihan CQB di fasiliti latihan.

Anggota Unit Tindakan Khas bersenjatakan SMG HK MP5 dan pistol Vektor SP1 dalam sesi latihan CQB di fasiliti latihan.
Unit Tindakan Khas merupakan pasukan khas kedua PDRM selepas Komando 69. Unit ini dipercayai ditubuhkan selepas Malaysia digegarkan dengan serangan pengganas (bukannya pengganas komunis) oleh sekumpulan Pengganas Merah Jepun atau nama dalam bahasa Jepun dikenali sebagai Nippon Seki-gun telah menjadikan lebih kurang 50 orang diplomat Amerika Syarikat dan Sweden serta diplomat tempatan sebagai tebusan di Kedutaan Amerika di bangunan AIA, Kuala Lumpur pada bulan Ogos 1975, 2 tahun selepas insiden tebusan di Munich, Jerman oleh pengganas Black September Palestin pada tahun 1973. Pengganas terbabit mengemukakan tuntutan kepada kerajaan Amerika untuk membebaskan 5 orang ahlinya yang telah dipenjarakan dan diterbangkan ke Libya. Sepertimana Komando 69, Unit Tindakan Khas telah mendapat latihan daripada para jurulatih SAS dan dipertingkatkan dengan taktik yang berlainan oleh SWAT Amerika dan dibekalkan dengan persenjataan khas seperti S&W .38 dan Colt M1911A1 serta Colt M16A1, mengamalkan taktik-taktik khas terkini yang diamalkan oleh unit-unit SWAT Amerika Syarikat. Dalam sesi penyertaan, hanya 20 orang pegawai polis sahaja yang telah berjaya dalam pemilihan ini. Pasukan ini turut menjalankan kawalan keselamatan di Stadium Bukit Jalil sempena Sukan Komanwel 1998 bersama dengan Grup Gerak Khas Angkatan Tentera Malaysia.
VAT 69/UTK

Logo Pasukan Elit Komando 69/UTK.
Aktif Oktober 1969 - VAT 69
Januari 1975 - UTK
Negara Malaysia
Cawangan Polis Diraja Malaysia
Jenis Pasukan Elit
Peranan Pencegah keganasan dalam negara dan penguatkuasa undang-undang
Keanggotaan Sulit
Sebahagian dari Keselamatan Dalam Negeri / Ketenteraman Awam - KDN/KA
Markas/Ibu pejabat Ibu pejabat Polis Bukit Aman, Kuala Lumpur, dan
Pusat Latihan PGK Ulu Kinta, Perak
Gelaran Task Force, Charlie Force, Special Project Unit, PGK B - VAT 69
PGK A - UTK
Motto Warisan Darah Perwira - VAT 69
Tangkas Banteras Ganas - UTK
Perang/pertempuran Insurgensi Komunis,
Penumpasan Lanun,
Pencegahan Jenayah,
Militan Rizal Aleh (MNLF)



Pasukan Gerakan Khas

Panji Pasukan Gerakan Khas.
Aktif 20 Oktober 1997 - kini
Negara Bendera Malaysia Malaysia
Cawangan Polis Diraja Malaysia
Jenis Pasukan Operasi Khusus
Peranan Pencegah keganasan domestik dan penguatkuasaan undang-undang
Keanggotaan Sulit
Sebahagian dari Keselamatan Dalam Negeri / Ketenteraman Awam - KDN/KA dan Pasukan Operasi Khusus Malaysia
Markas/Ibu pejabat Ibu Pejabat Polis Bukit Aman, Kuala Lumpur, dan
Pusat Latihan PGK Ulu Kinta, Perak
Gelaran PGK Detasemen A - UTK
PGK Detasemen B - VAT 69
Motto Warisan Darah Perwira - VAT 69,
Tangkas Banteras Ganas - UTK
Warna Beret Merah hati dan Perang
Ulang tahun 23 Oktober,
25 Mac (Ulangtahun Peringatan Hari Polis),
31 Ogos (Ulangtahun Hari Kemerdekaan Malaysia)
Perang/pertempuran Sila lihat Operasi yang diketahui
Komander
Kolonel
Rejimen
SAC II Muhammad Sabtu bin Osman
Tanda kebesaran
Trimedia PGK


Pasukan Gerakan Khas (PGK) merupakan satu pasukan khas anti keganasan berprofil tinggi dan pasukan operasi khusus Polis Diraja Malaysia gabungan Battalion Komando 69 dan Unit Tindakan Khas. Pasukan berberet merah hati atau maroon dan perang ini dilatih khas untuk menangani segala bentuk ancaman keganasan dan jenayah berat di Malaysia.
Ditubuhkan khas sebagai pasukan elit yang mempunyai kemampuan menangani pelbagai serangan pengganas dan jenayah bermula dari ancaman rompakan bersenjata hingga operasi menyelamat. Keanggotaan bagi unit khas ini adalah rahsia dikatakan beroperasi secara efektif pada bulan Oktober 1997 dan terdiri daripada bahagian siasatan khas, unit operasi sistem C4-I, kepakaran letupan khas (misalnya unit pemusnah bom), dan unit penggempur yang terdiri daripada unit penembak tepat. Sebagai pasukan operasi khusus, setiap pegawai dan anggota PGK ini memiliki kemampuan operasi di tiga persekitaran, iaitu di darat, laut, dan udara.

Senarai kandungan




Identiti

Beret Merun
Melambangkan identiti Pasukan Gerakan Khas A atau Unit Tindakan Khas.
Beret Perang Pasir
Melambangkan identiti Pasukan Gerakan Khas B atau Komando 69.
Trimedia Sayap Payung Terjun
Merupakan lambang rasmi yang dipakai oleh pasukan elit PDRM ini. Dan juga kemampuannya dalam pengoperasian unit payung terjun pasukan ini dan penyusupan komando melalui udara.
Ketiga-tiganya dianugerahkan oleh United Kingdom Special Air Service, kerana unit inilah yang menjadi perintis utama penubuhan dua buah pasukan elit PDRM ini.

Tugas

Peranan Pasukan Gerakan Khas meliputi:
  • Pengumpulan risikan khas dalam misi pengintipan dan tugas menggempur.
  • Melibatkan diri dalam operasi khas membantu Cawangan Khas PDRM dalam memerangi organisasi subversif atau kegiatan pengganas.
  • Operasi menangani-keganasan didalam negara bersama dengan angkatan tentera.
  • Penguatkuasaan undang-undang dalam tugas menangani pelbagai jenayah bersenjata didalam negara.
  • Operasi menangani-keganasan diluar negara Malaysia, misalnya Operasi Astute di Timor Leste.
  • Tugas mencari dan menyelamat didalam dan luar Malaysia, contohnya insiden tsunami di Acheh, Indonesia.
  • Tugas kawalan rapat ke atas Yang DiPertuan Agung, raja-raja diseluruh Malaysia, menteri dan orang-orang kenamaan serta diplomat.
  • Tugas-tugas lain yang difikirkan sesuai setelah mendapat kelulusan daripada Ketua Polis Negara atau Timbalan Ketua Polis Negara.

Sejarah




Organisasi

Pada 20 hb Oktober 1997, pasukan Komando 69 dan Unit Tindakan Khas digabungkan dalam satu unit dikenali sebagai Pasukan Gerakan Khas. Unit ini dilancarkan oleh Ketua Polis Negara, Tan Sri (B) Rahim Noor. Namun, nama Pasukan Gerakan Khas ini dikekalkan dan kedua-dua unit ini dipisahkan semula dan diberikan gelaran baru. Unit Tindakan Khas digelar sebagai Pasukan Gerakan Khas A dan Pasukan Gerakan Khas B merupakan gelaran kepada Komando 69.
Berpusat di Ibu Pejabat Polis Bukit Aman, Kuala Lumpur dan diletakkan dibawah tanggungjawab Pengarah Jabatan Keselamatan Dalam Negeri / Ketenteraman Awam yang dipertanggungjawabkan terhadap tugas dan fungsi-fungsi PGK kepada KPN. Ianya dipimpin oleh seorang Komander berpangkat Senior Assisten Commissioner II dan juga merangkap Timbalan Pengarah Bahagian Keselamatan Dalam Negeri / Ketenteraman Awam (KDN/KA).
Berikutan meningkatnya beberapa siri insiden keganasan di pasca serangan 11 September 2001 di Amerika Syarikat, unit ini dipertingkatkan kepada penugasan anti keganasan bagi mengelakkan negara yang berdaulat ini dipengaruhi oleh sebarang agenda pengganas walau seinci sekalipun. Bagi memastikan sebarang operasi (khasnya operasi anti-pengganas) berjaya, keanggotaan PGK yang mana 1 platun berkekuatan 6 hingga 10 anggota dan diketuai oleh pegawai berpangkat sekurang-kurangnya Inspektor hingga Superintendant terdiri daripada ahli raifal atau anggota CQB, pakar bahan letupan, komunikasi dan paramedik. Selain itu, unit ini turut bekerjasama dengan pasukan elit Angkatan Tentera Malaysia seperti 10 PARA, Grup Gerak Khas, PASKAL dan PASKAU bagi menjaga keselamatan dan keamanan Malaysia.

Operasi, Perintah dan Kawalan

Komander PGK bertanggungjawab dalam sebarang operasi yang dijalankan. Kerjasama dan bantuan boleh diperolehi dari Ketua Polis Negeri di mana sebarang operasi tersebut dijalankan. Komander PGK juga bertanggungjawab terhadap pendekatan yang diambil dalam melaksanakan tugas.

Peranan

Anggota polis anti-pengganas Pasukan Gerakan Khas PDRM semasa serbuan di dalam kokpit pesawat. Perhatikan pistol Glock 17 yang menjadi senjata utama pasukan elit Polis Diraja Malaysia ini.

Anggota polis anti-pengganas Pasukan Gerakan Khas PDRM semasa serbuan di dalam kokpit pesawat. Perhatikan pistol Glock 17 yang menjadi senjata utama pasukan elit Polis Diraja Malaysia ini.
UTK yang beroperasi seperti unit SWAT Amerika Syarikat ini menjalani operasi dengan tanpa pakaian seragam unit khas. Unit ini biasanya menjalankan operasi mengekang kegiatan jenayah bersenjata di pekan dan bandar. Manakala Komando 69 yang asalnya merupakan batalion elit bagi Pasukan Polis Hutan (PPH) (kini Pasukan Gerakan Am) menjalankan operasi dihutan bersama dengan Angkatan Tentera Malaysia untuk membanteras segala ancaman pengganas komunis pada tahun 1969 hingga berakhirnya tempoh insurgensi pada tahun 1989 (20 tahun). Dilatih khusus oleh Special Air Service United Kingdom, perwira Komando 69 kini menjalani latihan pelbagai tempur dan misi pengintipan khas.
Pasukan penembak tepat dan pakar bahan letupan unit ini pernah mendapat latihan khas dari beberapa pasukan elit negara asing termasuklah Special Air Service (Australia, New Zealand dan United Kingdom), Pasukan Peronda Sempadan Polis Diraja Thailand dan beberapa unit-unit elit Amerika Syarikat seperti US Navy SEALs, Biro Penyiasatan Persekutuan (FBI), Special Weapon and Tactics (SWAT) serta pasukan elit yang lain. UTK diberi beret maroon dan Komando 69 dianugerahkan beret kelabu, iaitu beret kebanggaan yang dianugerahkan oleh pasukan ke 22 SAS.
Pada 14 November 2006, adalah menjadi sejarah pertama buat Pasukan Gerakan Khas apabila kedua-dua beret kebanggaan unit ini dianugerahkan sebagai Beret Diraja setelah dipersembahkan kepada Yang Dipertuan Agong Tuanku Syed Sirajuddin Syed Putra Jamalulail di Perbarisan Diraja yang bertempat di Pusat Latihan Polis, Jalan Semarak, Kuala Lumpur sempena persaraan baginda sebagai Yang Dipertuan Agong.

Latihan Bersama

Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agung mencuba beret PGK yang dipersembahkan sebelum kedua-dua beret kebanggaan unit elit ini dianugerahkan dengan gelaran Beret Diraja.

Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agung mencuba beret PGK yang dipersembahkan sebelum kedua-dua beret kebanggaan unit elit ini dianugerahkan dengan gelaran Beret Diraja.
Pasukan Gerakan Khas turut menjalani latihan silang bersama dengan unit-unit elit luar negara seperti British SAS, BRIMOB Indonesia, STAR Singapura, ASASR (Australia), NZSAS (New Zealand), Pasukan Penyelamat Tebusan FBI, US Green Beret dan US Special Operations Command Pacific (USSOCPAC).
Unit ini mendapat latihan khas meliputi kursus;
  1. Teknik tempur jarak dekat (CQB atau CQC)
  2. Mencari dan menyelamat
  3. Menyelamat tebusan
  4. Penerjunan bebas (HALO/HAHO)
  5. Mematikan alat letupan (EOD)
  6. Mengalih atau mematikan bahan HAZMAT
  7. Operasi di kawasan pembinaan - OBUA
  8. Tempur bukan konvensional
  9. Kawalan rapat
  10. Kepakaran menembak pantas dan tepat (sharpshooter)
  11. Sabotaj
  12. Perisikan khas
  13. Penggunaan pelbagai bahasa
  14. Tempur dan menyelamat didalam bangunan, pelantar minyak, kapal dagang serta didalam bandar - FIBUA
  15. Tempur didalam keretapi, lapangan terbang dan pesawat udara
  16. Pengintipan
  17. Turun menggunakan tali
  18. Rondaan jarak jauh
  19. Penembak tepat
  20. Pengendalian sistem C4-I
  21. Penggunaan unit K9
  22. Tempur tanpa senjata
  23. Tempur berpisau (misalnya dengan pisau tempur, keris, kapak pedang dan,terutamanya kerambit)
  24. Karate do
  25. Seni silat polis (Silat Warisan Gayung Halilintar, khasnya bagi Komando 69),
  26. Mematikan jerangkap samar
  27. Letupan khas di bawah permukaan air
  28. Penyelam tempur
  29. Tempur berkenderaan khasnya bermotosikal
  30. Penyusupan lintas udara
  31. Penyamaran sulit khas(khasnya 69 Komando)
  32. Latihan payung terjun dan pelbagai lagi.
Pada 10 hb Disember 2003, Ketua Polis Negara Tan Sri (B) Mohd Bakri bin Omar telah melancarkan program latihan bersama USSOCPAC dengan unit ini serta pasukan separa tentera PDRM - Pasukan Gerakan Am di Sekolah Latihan Pasukan Gerakan Am (SLPGA), Ulu Kinta, Perak. Di akhir latihan, dipercayai 42 daripada 194 yang layak dalam pemilihan pasukan ini. Bagi pemilihan dalam latihan asas Komando 69 pada bulan Mei hingga September 2006, hanya 44 daripada 91 anggota berjaya dipilih.

Tokoh Terkenal PGK

  • Wira Komando 69, DSP G/9045 Mohd Noor bin Razak (bersara)
  • Wira Komando 69, ASP G/10958 Abdul Razak bin Mohd Yusoff
  • ASP G/11188 M.V Serikumar s/o Madhavan Nair
  • ASP G/12236 Abd. Rahim Saffiee
  • Wira Komando 69, ASP I/3427 Mohd Zabri bin Abdul Hamid (meninggal dunia pada 3 September 1975)
  • Sarjan Abdul Rahim bin Megat
  • Koperal Md. Nazri bin Kassim
  • Koperal Jamaluddin bin Md. Isa
  • Koperal Ismail bin Ibrahim (meninggal dunia pada 27 Mac, 2000 - Nahas Payung Terjun)
  • Koperal 110992 Idrus bin Johar (meninggal dunia pada 18 Ogos, 2004 - Nahas Payung Terjun)
  • Koperal Zawawi bin Hassan
  • Koperal/W 133562 Mazlinda binti Mohd Noor
  • Koperal/W 138143 Merli Zaifa binti Abdul Sani


Berikut adalah senarai pangkat dan jawatan yang dipakai oleh unit ini sepertimana unit PDRM yang lain.
  • Komander=Assisten Commisioner (ACP) kepada Deputy Comissioner (DCP).
  • Ketua Batalion=Assisten Superintendent (ASP) kepada Superintendent (Supt).
  • Ketua Kompeni=Inspektor kepada Cif Inspektor
  • Ketua Skuad/Ketua Platun=Sarjan kepada Sub Inspektor.

Kelengkapan

Sebagaimana pasukan khas yang lain, Pasukan Gerakan Khas semestinya dilengkapi dengan persenjataan khusus dan peralatan khas bagi penugasan khas menangani keganasan dan kegiatan jenayah berat. Disini ialah senarai senjata api dan peralatan yang digunakan oleh unit ini.

Senjata Api

Data Kelengkapan Senjata Api
Pistol Senapang Patah Submesingan Raifal Tempur/Karbin Penembak Tepat Mesingan P. Grened
Glock 17 Benelli M3 Super 90 HK MP5A5 Colt M4A1 SOPMOD Block I Acc-Int. PM FN Minimi HK AG-364
Glock 18 Franchi SPAS-12 HK MP5-N Colt M16A1 HK PSG-1A1 M60E2 M79
Glock 19 Mossberg 590 HK MP5K-A4 HK 416 Commando1 Remington M700
M203
HK Mark 23 Mod 02 Remington M870 HK MP5SD3 HK G36C


HK USP Compact Remington M1100 HK MP7A11 Steyr AUG A2


Sig Sauer P2022
HK UMP 9



STI Grandmaster






1Diawal tahun 2007, dipercayai PDRM akan dibekalkan sistem persenjataan terbaru oleh Syarikat Persenjataan Heckler & Koch yang terdiri daripada senjata HK MP7 PDW, HK 416 Commando, HK 417 Sniper dan HK XM8 Commando kepada unit Pasukan Gerakan Khas dan unit-unit lain setelah menjalani uji nilai pada bulan Disember 2006 bagi meningkatkan keperluan sistem persenjataan yang ada didalam PDRM.
2Difahamkan, pistol separa automatik Heckler & Koch Mark 23 berkaliber .45 ACP turut dibekalkan kepada unit elit PDRM ini bagi menggantikan pistol Colt M1911 yang telah usang, tetapi hanya segelintir kecil sahaja yang menggunakannya. Ini kerana, majoriti dikalangan pegawai dan anggota elit ini lebih gemar menggunakan pistol berkaliber 9 mm namun Mark 23 ini masih mendapat tempat terutamanya jika digunakan dalam pertempuran jarak dekat memandangkan ianya begitu efektif dan mampu memberikan kuasa tembakan yang amat jitu (stopping power) sungguhpun menggunakan kaliber yang berkuasa tinggi.
3Turut difahamkan, HK UMP 9 yang menggunakan peluru 9 mm ini turut digunakan oleh pasukan respon krisis yang ada di dalam unit aturgerakcepat Pasukan Gerakan Khas serta cawangan-cawangan PDRM dalam menangani sebarang krisis yang melibatkan keganasan dan jenayah. Submesingan Heckler & Koch MP5 adalah sistem persenjataan ringan yang paling cukup sinonim dengan persenjataan pasukan khas seluruh dunia termasuk PGK sendiri.
4Pelancar bom tangan HK AG-36 yang boleh dikembarkan dengan raifal G36, 416 dan M4 atau M16 akan dibekalkan kepada unit ini bagi memperkasakan sistem persenjataan ringan unit ini.

Peralatan Sokongan

Data Kelengkapan Sokongan
Grened Kuasa Tinggi Grened Cahaya Gas Pemedih Mata Perisai Taktikal Sistem Pandang Malam Penanda Laser
T - Baton Gari Flexi Topeng Gas Taser Penyembur Lada Pejera Teleskopik
Kamera Optik Lampu Suluh Battering Ram Ves Kalis Peluru Bahan Letupan C4 Kamera Jarak Jauh
Tangga Gempur Peluru Tambahan Topi Balistik SPECTRA Pejera Titik Merah ML2 Aimpoint CompM2 Aimpoint CompM4
A/Pertolongan Cemas Gari Skop Inframerah Peluru Kekacang2 Alat Pemusnah Bom AN/PEQ-6

2Peluru kekacang atau bean bag shells merupakan peluru senapang patah yang biasanya digunakan oleh polis khasnya di Amerika Syarikat bertujuan untuk menyuraikan rusuhan yang tidak mampu dikawal dengan gas pemedih mata. Ia tidak sama dengan kaliber Buckshoot, bebola kekacang peluru yang diperbuat daripada plastik dan getah ini hanya boleh mendatangkan kecederaan minima dan ia tidak membunuh. Bagi kegunaan Pasukan Gerakan Khas, peluru ini digunakan untuk mencederakan penjenayah sekiranya diarahkan oleh pihak atasan untuk menangkap penjenayah itu hidup-hidup.

Kenderaan Tempur

Berdasarkan laporan, unit ini menggunakan kereta perisai Commando V-150D dan GKN Sankey AT105 yang dilengkapi dengan senjata mesingan M60 oleh Pasukan Gerakan Am sebagai kenderaan tempur didarat khususnya dikawasan bandar dan hutan serta mengubahsuai kenderaan peronda polis (MPV), trak, van dan bas sebagai kenderaan taktikal. Bagi peperangan maritim pula, unit ini dibekalkan dengan bot tempur, jet ski dan Marine Subskimmer (bot selam mini) untuk tugas-tugas operasi amfibi dan kawasan perairan.
Sementara bagi penugasan operasi melalui udara, Pasukan Gerakan Khas menggunakan pesawat pengangkutan udara dari jenis C-130 Hercules yang dipinjamkan khas daripada Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) dan pesawat milik Unit Udara PDRM sendiri yang terdiri daripada Cessna 206G, Cessna 208 Caravan 1 dan Pilatus Porter PC-6 bagi kegunaan unit payung terjun, penyusupan lintas udara dan penerjunan bebas (HALO/HAHO) serta helikopter jenis E-Squirrel AS-355 F2/AS-355N bagi tugas pengintipan, penurunan melalui tali dan teknik hover jump iaitu penerjunan dari pesawat ke permukaan air.

Kesimpulan

Kesimpulannya, kesemua penggunaan meliputi kelengkapan, persenjataan, peralatan sokongan, latihan dan logistik serta kenderaan pengangkutan yang dibekalkan kepada Pasukan Gerakan Khas PDRM ini boleh dikatakan setanding dengan kelengkapan unit-unit anti pengganas Amerika Syarikat dan Angkatan Tentera Malaysia. Dianggarkan, kerajaan Malaysia telah memperuntukkan beberapa juta Dollar Amerika (US Dollar) kepada PDRM untuk membeli semua kelengkapan tersebut secara berperingkat-peringkat bagi mempertingkatkan mobiliti pasukan elit ini sejajar dengan Rancangan Malaysia yang kesembilan.

Unit Induk

Untuk memantapkan lagi keselamatan negara dari ancaman keganasan dan jenayah, Pasukan Gerakan Khas turut mempunyai 2 tim penggempur yang dipercayai telah dilatih sendiri oleh PGK ataupun unit khas asing, walaupun ianya kurang popular tetapi mempunyai kemampuan untuk mengekang sebarang ancaman besar yang menggugat kestabilan negara. Unit yang diperkatakan tersebut adalah Unit Selam Tempur dan Unit Tindak Cepat (UTC).

Unit Selam Tempur



Unit Tindak Cepat

Unit Tindak Cepat pula merupakan satu unit khas berprofil sederhana yang biasanya berkhidmat dibawah Jabatan Siasatan Jenayah (JSJ) baik dari Jabatan Siasatan Jenayah Komersil mahupun Jabatan Narkotik, tetapi kebanyakkannya tertumpu kepada JSJ Cawangan D9. Berpusat di ibu pejabat polis kontinjen di seluruh negeri, unit ini ditugaskan untuk mengekang sebarang kegiatan jenayah dibandar-bandar besar, khasnya rompakan bersenjata mahupun aktiviti penyeludupan. Boleh dikatakan, unit ini bertindak sebagai unit penggempur hadapan sebelum bantuan daripada Pasukan Gerakan Khas tiba di lokasi serangan. Unit ini pernah terlibat dalam beberapa siri operasi cegah jenayah berat dan berjaya menumpaskan penjenayah sungguhpun penjenayah mempunyai senjata api yang boleh mengancam keselamatan dan nyawa orang awam,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...